PAMEKASAN - Pada Masa pandemi Covid-19 saat ini harus terus menjaga kebugaran dan kesehatan penting dilakukan. Pada kesempatan kali ini, Kementerian Hukum dan HAM kembali mengadakan kegiatan olahraga bersama secara virtual, Jumat (15/10). Olahraga virtual bersama ini diikuti oleh seluruh unit Eselon I, Kantor wilayah, dan seluruh jajaran ASN Kemenkumham di seluruh Indonesia.

Pegawai mengikuti giat Senam Virtual yang dipimpin oleh Miss Nungki dan Tim
Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Pamekasan Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur juga turut serta dalam kegiatan ini. Kepala Kantor Imigrasi Imam Bahri, pejabat struktural, dan sejumlah ASN, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Menggunakan pakaian olahraga dan berlokasi di Aula Ratu Pamelingan Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Pamekasan, para pegawai mengikuti kegiatan senam virtual dengan semangat. Jenis senam virtual yang dilakukan adalah olah raga Senam Penapasan/Jantung dan Aerobic. Senam ini dipimpin oleh Miss Nungki dan Tim sebagai instruktur olahraga.

Giat Senam Virtual dilaksanakan di Aula Ratu Pamelingan Kanim Pamekasan dan dipimpin oleh
Kakanim Imam Bahri, Kaur TU Arief Chandra dan Kasubsi TI Inteldakim Darwin Piandu
Kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan secara online. Penyuluhan ini bertema Bagaimana Pegawai Mempersiapkan Putra Putrinya untuk Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah. Sebagai narasumber adalah dr. Wulan Patricia Telew, SpA. selaku Dokter Anak di RS. Bina Husada Cibinong. Adapun sebagai moderator adalah drg. Diana Ekadesy (Tenaga Kesehatan Sekretariat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM). Dalam paparannya, salah satu materi yang disampaikan drg. Wulan adalah kesigapan orangtua dalam mempersiapkan anak menghadapi pembelajaran tatap muka. "Salah satu cara orangtua dalam mempersiapkan anak menghadapi pembelajaran tatap muka adalah dengan memberikan rutinitas atau kebiasaan yang sehat, yaitu dengan menjaga protokol kesehatan dimulai dari rumah, pengaturan jam tidur atau istirahat yang cukup, melakukan aktivitas fisik dan mencegah Long Screen time dengan memberikan pembatasan penggunaan gadget.", kata drg. Wulan. (AR)

