PAMEKASAN - Istilah Pancasila mulai diperkenalkan di sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Sidang pertama BPUPKI berlangsung pada 29 Mei hingga 1 Juni tahun 1945. Pada rapat di tanggal 29 Mei 1945, Muhammad Yamin memberikan 5 usulan. Lima usulan yang disampaikan Muhammad Yamin sebagai dasar negara yaitu, Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat. Akhirnya pada 1 Juni 1945, Ir. Soekarno menyampaikan gagasan dasar negara yang dinamai Pancasila. Pada hari itu lahirlah istilah Pancasila.
Tahun ini dapat dikatakan sangat unik. Hal ini dikarenakan momen peringatan hari kelahiran Pancasila diwujudkan dengan kegiatan Upacara secara serentak tidak dilaksanakan di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri Jakarta seperti halnya tahun lalu. Pada tahun ini, Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila secara virtual yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo pada hari Rabu (1/6) di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Upacara ini juga diikuti oleh para pejabat negara. Kepala Kantor, pejabat struktural dan seluruh pegawai Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Pamekasan pun mengikuti kegiatan tersebut secara virtual melalui kanal Youtube. Upacara dimulai pada pukul 07.00 WIB.

Kepala Kantor, Pejabat Struktural dan ASN mengikuti Upacara Hari Lahir Pancasila secara virtual
Pada kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo mengenakan Ragi Lambu Luka Lesu dengan kain motif perpaduan warna merah dan hitam yang merupakan pakaian adat Ende. Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Pamekasan Imam Bahri, beserta Pejabat Struktural dan ASN memakai pakaian adat Sakera bagi laki-laki dan pakaian adat Marlena bagi wanita.
Presiden mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan pendalaman nilai-nilai Pancasila dengan menggunakan cara luar biasa. "Saudara-saudara sebangsa setanah air, menghadapi semua ini perluasan dan pendalaman nilai-nilai Pancasila tidak bisa dilakukan dengan cara-cara biasa, diperlukan cara-cara baru yang luar biasa," kata Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor. “Walaupun Pancasila telah menyatu dalam kehidupan kita sepanjang Republik Indonesia ini berdiri namun tantangan yang dihadapi Pancasila tidaklah semakin ringan,” ucap Jokowi. (AR)

