Pamekasan (8/10) - Pandemi virus corona Covid-19 yang melanda hampir di seluruh dunia membuat pusing banyak orang. Covid-19 telah mengubah pola hidup manusia saat ini. Di saat masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, masing-masing individu harus mampu menjaga kesehatan agar tidak tertular virus. Tak terkecuali bagi Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Pamekasan, para pegawai baik ASN maupun PPNPN di dalamnya perlu meningkatkan imun tubuh di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.
Salah satu cara untuk meningkatkan imun tubuh adalah dengan mengikuti senam secara virtual. Kegiatan senam diikuti oleh seluruh jajaran UPT di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM, dipimpin oleh Miss Nungki dan Tim sebagai instruktur. Berlangsung di aula Ratu Pamelingan Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Pamekasan, kegiatan diikuti oleh segenap pegawai dengan dipimpin oleh Kepala Kantor Imigrasi Imam Bahri didampingi oleh Kaur TU Arief Chandra.
Kakanim bersama segenap pegawai mengikuti Senam Virtual
Usai kegiatan senam virtual selesai, acara dilanjutkan dengan mengikuti Penyuluhan Kesehatan. Acara Penyuluhan Kesehatan dimoderatori oleh dr. Farancisca Kusuma Utari dan Apt. Nofi Milda, S. Farm dari tenaga kesehatan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Hukum dan HAM. Sebagai narasumber adalah Prof. Dr. Apt. Keri Lestari, S.Si., M.Si. Prof Keri merupakan Guru Besar Fakultas farmakologi dan Farmasi Klinik Universitas Padjadjaran. Prof Keri menyampaikan paparan pangan fungsional untuk meningkatkan imunitas di masa pandemi.

Kegiatan Penyuluhan Kesehatan oleh Prof. Dr. Apt. Keri Lestari, S.Si., M.Si.
Prof Keri menjelaskan bahwa strategi penanganan Covid-19 di bidang pangan adalah dengan mengoptimalkan kadar antioksidan dan mengurangi inflamasi. Disarankan untuk mengkonsumsi obat immunomodulator. Immunomodulator adalah zat/ substansi yang dapat mempengaruhi sistem imun, baik yang berefek menekan (disebut immunosupresan), berefek meningkatkan (disebut immunostimulan) respon imun, atau menyebabkan jaringan menjadi tidak responsif terhadap suatu antigen (disebut tolerogen). Contohnya adalah jahe, temulawak dan bawang putih. Menutup paparan, Prof Keri menghimbau untuk senantiasa tetap menjaga protokol kesehatan dengan cara menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker, menjaga imunitas tubuh dan mengendalikan komorbid. (AR)

