PAMEKASAN - Seiring perkembangan teknologi, gadget saat ini pun sudah berkembang menjadi semakin canggih. Hampir semua orang dapat melakukan banyak hal dengan hanya melalui satu alat elektronik yang kecil ini. Karena itu, hampir semua orang, terutama anak milenial selalu membawa gadget dimanapun dan kemana pun mereka pergi. Gadget memang menjadi sarana yang sangat membantu dan memudahkan kita untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Banyak hal yang bisa dilakukan melalui gadget, mulai dari membaca buku, menonton film, browsing, melakukan transaksi keuangan, memesan makanan, bermain, dan masih banyak lagi. Karena itu, hampir semua orang tidak bisa menjalani kegiatannya satu haripun tanpa ada gadget di dekatnya.

dr. Hermonika (kanan) dan dr. Diana (kiri) memberikan Penyuluhan Kesehatan
Kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) sudah menjadi bagian dari kehidupan banyak orang di masa pandemi Covid-19 ini. Beberapa bahkan merasa lebih enak dan nyaman kerja WFH daripada pergi ke kantor. Salah satu aktivitas WFH yang mesti dijalani adalah menatap layar komputer, laptop, atau ponsel dalam durasi yang panjang. Kegiatan ini tentu memberi dampak yang kurang baik pada mata.
Untuk mengetahui pencegahan pengaruh gadget di masa pandemi, Kementerian Hukum dan HAM mengadakan kegiatan penyuluhan kesehatan secara daring. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh satuan kerja di seluruh wilayah di Indonesia, tak terkecuali Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Pamekasan. Dr. Hermonika Tressinia dari Tim Nakes Sekretariat Jenderal bertindak selaku moderator, sedangkan dr. Diana Yuliawati, Sp.M., M.Ked.Klin dari Poli Mata - Klinik Utama Kementerian Hukum dan HAM berlaku sebagai narasumber.
Dr. Diana menjelaskan bahwa terdapat 3 gejala kecanduan gadget. Pertama adalah gejala Asthenopia, biasanya dirasakan dengan mata panas dan berair. Yang kedua adalah gejala terkait penglihatan, di mana pasien biasanya merasakan pandangan kabur dan pusing. Yang ketiga adalah gelaja di luar mata, biasanya pasien merasakan nyeri leher atau nyeri punggung. "Biasanya dokter akan menangani melalui gejala yang muncul dan akar permasalahannya. Untuk keluhan di luar mata, atur posisi tubuh kita saat bekerja atau sekolah. Bila perlu, gunakan kacamata dengan filter pelindung. Setiap 20 menit menatap layar gadget, istirahatkan mata selama 20 detik dan kalau bisa saat istirahat mata memandang dengan jarak 20 kaki.", ujar dr. Diana. (AR)

