CEGAH OSTEOPOROSIS DAN OSTEOARTHRITIS DI MASA PANDEMI, IMIGRASI PAMEKASAN IKUTI GIAT PENYULUHAN KESEHATAN

PAMEKASAN - Di masa pandemi Covid-19, masyarakat menganggap Rumah Sakit sebagai lokasi yang rawan penularan. Alhasil, mereka pun tidak mencari penanganan dan pengobatan yang tepat atas keluhan yang dialaminya. Dikutip dari beritasatu.com, salah satu keluhan tersebut adalah gejala osteoporosis. Padahal jika tidak ditangani penyakit ini akan menurunkan kualitas hidup penderitanya, di antaranya adalah patah tulang. Pandemi Covid-19 telah memengaruhi pola hidup masyarakat, termasuk perilaku sedentari karena minimnya aktivitas di luar ruangan.

Untuk mengetahui gejala dan pencegahan keluhan Osteoporosis dan Osteoarthritis di masa pandemi, Kementerian Hukum dan HAM mengadakan kegiatan talkshow kesehatan secara daring. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh satuan kerja di seluruh wilayah di Indonesia, tak terkecuali Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Pamekasan. Dr. Doris Simorangkir dari Tenaga Kesehatan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Hukum dan HAM (Balitbang Kumham) bertindak selaku moderator, sedangkan dr. Adib Khumaidi, Sp.OT dari Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Sekretariat Pengurus Pusat  Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi Dan Traumatologi Indonesia (PP PABOI) dan Dr. Ade Tobing, Sp.KO dari Pengurus Besar Perkumpulan Osteoporosis Indonesia dan Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (PB Perosi - Perwatusi) berlaku sebagai narasumber.

 

Tanya jawab dr. Doris (kanan) sebagai moderator dan dr. Adib (kiri) sebagai narasumber

 

Menurut dr. Adib, Osteoarthritis adalah penyakit sendi yang memberikan efek pada komponen sendi yang menahan beban berlebih (weight bearing). Adapun osteoporosis adalah suatu penyakit dengan komplikasi berupa fraktur yang dapat terjadi dengan trauma minimal, atau bahkan tanpa adanya trauma. "Osteoporosis dapat dicegah, didiagnosa dan diterapi sebelum terjadinya fraktur", tuturnya. Menurutnya, pencegahan, deteksi dan terapi osteoporosis sejak dini dilakukan pada tahap pelayanan primer.

 

 

dr. Ade (kedua dari kiri) menjelaskan mengenai pentingnya gerak tubuh untuk
pencegahan Osteoporosis maupun Osteoarthritis

 

Adapun dr. Ade sebagai narasumber kedua menjelaskan bahwa bergerak perlu dilakukan minimal 30 menit sehari bagi lansia atau dewasa, sedangkan bagi anak-anak harus bergerak minimal 1 jam. Bergerak di sini bukanlah bergerak biasa, namun dimaksudkan sebagai melakukan gerakan olahraga seperti senam. "Ternyata dengan latihan yang baik dan teratur, terjadi peningkatan kekuatan dan kepadatan otot dan tulang. Bagi yang masih anak-anak, kami juga mempunyai gerakan senam pencegahan osteoporosis. Adapun bagi mereka yang sudah lanjut usia, kami menyarankan untuk melakukan senam duduk.", ujarnya. (AR)

 
Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Pamekasan
Kantor Wilayah Ditjenim Jawa Timur
PikPng.com school icon png 2780725   Jl. Raya Panglegur No 14, Kec. Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur 69371
PikPng.com phone icon png 604605   081515150150
PikPng.com email png 581646   Email Kehumasan
    kanim.pamekasan@gmail.com
PikPng.com email png 581646   Email Pengaduan
    kanim.pamekasan@gmail.com

 

facebook kemenkumham   twitter kemenkumham   instagram kemenkumham       Youtube kemenkumham   rss kemenkumham
logo baru web
 
KANTOR IMIGRASI
KELAS II NON TPI PAMEKASAN
PROVINSI JAWA TIMUR


      linked in kemenkumham   Youtube kemenkumham   rss kemenkumham

  Jl. Raya Panglegur No.14, Kec. Tlanakan
Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur 69371
  081515150150
  kanim.pamekasan@gmail.com
PikPng.com email png 581646   kanim.pamekasan@gmail.com

Copyright © Pusat Data dan Teknologi Informasi
Kemenimipas RI