PAMEKASAN - Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur Herdaus mengunjungi Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Pamekasan pada Selasa (24/10/2023) kemarin. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka meninjau kondisi gedung kantor serta melakukan pembahasan terkait Anggaran Belanja Tambahan (ABT) pada tahun 2023.
Kedatangan Kadiv Keimigrasian Herdaus didampingi oleh Kabid Perizinan dan Informasi Keimigrasian Perdemuan Sebayang, Kasubbid Perizinan Keimigrasian Eko, serta ADC Kadivim Rizki. Adapun kedatangan Kadiv Keimigrasian dan tim disambut langsung oleh Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Imam Bahri, Kasubbag Tata Usaha R Pandu Bayuaji SP, Kasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Harsya Wardhana, Kasi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Agus Surono serta Kasi Dokumen Perjalanan dan Ijin Tinggal Farhan Ferdiansyah, beserta segenap pejabat Eselon V.
Pengecekan dimulai dengan melihat kondisi pada ruang Pelayanan Paspor dan Izin Tinggal Keimigrasian. Herdaus mengatakan bahwa fasilitas pada ruang Pelayanan cukup lengkap. "Kondisi ruangan sudah baik, namun harus lebih dipastikan dalam hal kondisi dan perawatan ruangan serta fasilitas existing," tutur Herdaus.
Puas melihat ruang Pelayanan Paspor dan Izin Tinggal Keimigrasian, Herdaus melanjutkan pengecekan dengan melihat kondisi pada ruang Arsip. Ia cukup terkejut dengan kondisi lemari penyimpanan arsip yang berada di lantai 2. "Untuk penyimpanan ini (lemari penyimpanan arsip dan rollerboard), biasanya terletak di lantai 1," lanjutnya. Herdaus menambahkan bahwa mitigasi risiko, termasuk dalam hal penataan kearsipan di dalamnya, merupakan hal yang penting sehingga harus dipertimbangkan secara matang.
Sebagai puncak kegiatan adalah pengarahan di ruang Aula Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Pamekasan. Kegiatan dibuka oleh Kakanim Imam Bahri dengan memaparkan kondisi kantor. Imam mengatakan bahwa Kantor Imigrasi Kelas II telah bertransformasi dengan menambahkan beberapa fasilitas baru serta membangun inovasi baru dalam bidang Teknologi Informasi. "Diantaranya kami sedang membangun 3 aplikasi baru, terdiri atas 2 aplikasi untuk keperluan internal dan 1 aplikasi untuk keperluan eksternal, yang sebentar lagi siap untuk diluncurkan," tutur Imam.
Akan tetapi, kemajuan ini juga diiringi dengan beberapa tantangan, diantaranya pengadaan barang yang harus memiliki standar tertentu dan merupakan Produk Dalam Negeri. "Sebagai alternatif solusi adalah melakukan koordinasi dengan pejabat pengadaan barang dan jasa baik di tingkat Kanwil dan Eselon I. Namun ada beberapa barang yang kemungkinan tidak dapat dibelanjakan di tahun ini seperti perangkat BMN berupa pembaca sidik jari dikarenakan belum ada produk subsitusinya," tuturnya.
Dalam arahannya, Herdaus menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan kenaikan kelas bagi seluruh Kantor Imigrasi yang berada di jajarannya. "Dari Kanim (Kantor Imigrasi) Kelas III naik ke Kelas II, Kanim Kelas II naik ke Kelas I, seperti itu seterusnya hingga Kanim Kelas I menjadi Kelas I Khusus," katanya. Selain itu, pihaknya juga menegaskan bahwa jajarannya di Kantor Imigrasi untuk selalu bekerjasama dan membangun komunikasi dengan baik. "Kalian tidak sendiri. Saya dengan senang hati akan membantu," kata Herdaus menutup arahan. (alfaraditya/imigrasipamekasan)





